;
image Profit : Pengertian dan Jenisnya

Profit : Pengertian dan Jenisnya

Pengantar

Tujuan utama bagi setiap perusahaan adalah profit. Mungkin anda sudah sering mendengar istilah ini dalam dunia bisnis. Profit ini memiliki fungsi untuk menilai kesuksesan bisnis yang anda jalani.

Pemilik bisnis biasanya mencari cara untuk meningkatkan profitabilitas bisnis tempat mereka bekerja. Profitabulitas adalah salah satu metrik terpenting dari kesuksesan bisnis dan menentukan apakah bisnis akan berkembang.

Pada artikel ini kami akan membahas pengertian profit dan jenis nya supaya bisnis anda bisa mencapai keuntungan yang maksimal. Jadi baca terus artikel ini sampai habis ya!


Pengertian Profit

Profit atau laba adalah selisih antara pendapatan yang diterima dengan biaya yang dikeluarkan dalam suatu kegiatan ekonomi, seperti usaha atau bisnis.

Berikut adalah beberapa pengertian Profit menurut para ahli : 

1. Menurut William J. Baumol (1982) 

Profit adalah Imbalan atas risiko yang diambil oleh para pengusaha dan penyedia modal dalam menghadapi ketidakpastian pasar.

2. Menurut David A. Garvin (1987)

Profit adalah Hasil yang diperoleh dari suatu bisnis setelah dikurangi seluruh biaya yang berhubungan langsung dengan produksi barang atau jasa yang ditawarkan.

3. Menurut Muhammad Syafi'i Antonio (2001)

Profit adalah Selisih antara total pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Laba ini dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan usaha yang dilakukan.

4. Menurut Mulyadi (2011)

Profit adalah Hasil yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Profit ini bisa dibangi menjadi beberapa kategori, seperti laba bruto dan laba bersih.

Dapat disimpulkan kembali bahwa profit adalah keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan setelah pendapatan dikurangi semua biaya operasional, pajak dan pengeluaran lainnya dalam periode tertentu. Profit menjadi tujuan utama setiap bisnis karena menggambarkan kemampuan perusahaan  menghasilkan keuntungan dari aktivitas usahanya.


Jenis - Jenis Profit

Terdapat beberapa jenis profit yang digunakan untuk mengukur keberhasilan keuangan suatu perusahaan dalam dunia bisnis dan ekonomi. Berikut adalah beberapa jenis profit yang umum ditemukan :

1. Gross Profit (Laba Kotor)
  • Pengertian :  Laba yang diperoleh setelah dikurangi dengan biaya langsung yang terkait dengan produksi barang atau jasa, seperti biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lainnya.
  • Rumus : Gross Profit = Pendapatan - Harga Pokok Penjualan (HPP)
  • Fungsi : Untuk mengukur efisiensi produksi dan seberapa baik perusahaan dapat menghasilkan uang dari penjualannya.
2. Operating Profit (Laba Operasional)
  • Pengertian : Laba yang diperoleh setelah dikurangi dengan biaya operasional yang terkait dengan kegiatan utama perusahaan, seperti biaya administrasi, pemasaran, dan distribusi.
  • Rumus : Operating Profit = Laba Kotor - Biaya Operasional
  • Fungsi : Untuk menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya operasional untuk menghasilkan keuntungan dari kegiatan utama perusahaan.
3. Net Profit (Laba Bersih)
  • Pengertian : Laba yang diperoleh setelah dikurangi semua biaya, termasuk biaya operasional, pajak, bunga, dan biaya non operasional lainnya.
  • Rumus : Net Profit = Operating Profit - Pajak - Bunga - Biaya Lain-lain
  • Fungsi : Menjadi salah satu indikator utama dari profitabilitas suatu perusahaan dan menunjukan seberapa banyak uang yang tersisa setelah semua kewajiban dipenuhi.
4.EBIT  (Earnings Before Interest and Taxes)
  • Pengertian :  Laba yang diperoleh sebelum dikurangi dengan bunga dan pajak. Ini adalah indikator kinerja operasional perusahaan tanpa mempertimbangkan dampak struktur pembiayaan dan pajak.
  • Rumus : EBIT = Pendapatan - Biaya Operasional (termasuk biaya penjualan dan administrasi)
  • Fungsi : Untuk menilai kemampuan dalam menghasilkan keuntungan dari aktivitas operasional.
5.EBITDA  (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization)
  • Pengertian : Laba yang diperoleh sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang profitabilitas operasional tanpa memperhitungkan pengaruh biaya non kas.
  • Rumus : EBITDA = EBIT + Depresiasi + Amortisasi
  • Fungsi : Digunakan untuk menilai kinerja operasional perusahaan dengan mengabaikan faktor-faktor non operasional dan pengaruh pendanaan.
6. Profit Margin (Margin Laba)
  • Pengertian : Rasio yang menunjukkan seberapa besar laba yang diperoleh perusahaan dibandingkan dengan pendapatannya. Ini sering digunakan untuk menilai efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  • Rumus : Profit Margin = (Laba Bersih / Pendapatan) x 100%
  • Fungsi : Untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba relatif terhadap pendapatan yang di peroleh.
7. Operating Margin (Margin Operasional)
  • Pengertian :  Rasio laba yang menunjukkan seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan perusahaan dari operasionalnya setelah biaya operasional, tetapi sebelum pajak dan bunga.
  • Rumus : Operating Margin = (Operating Profit / Pendapatan) x 100%
  • Fungsi :  Untuk menilai efisiensi operasional perusahaan dalam menghasilkan laba dari pendapatan.

Peran Profit Dalam Bisnis

Berikut adalah beberapa peran profit dalam bisnis yang perlu Anda ketahui :

1. Indikator Keberhasilan Bisnis

Profit merupakan ukuran utama untuk menilai kebehasilan sebuah bisnis. Jika suatu perusahaan mampu menghasilkan profit, itu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berhasil menjalankan operasionalnya dengan efisien dan mampu menghasilkan pendapatan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

2. Pengukuran Efiensi Operasional

Profit memungkinkan perusahaan untuk mengukur seberapa efisien mereka dalam mengelola biaya dan operasional. Margin laba yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengendalikan biaya dan mengoptimalkan pendapatan. Sebaliknya, jika profit rendah, itu bisa menjadi tanda adanya pemborosan atau masalah dalam operasional.

3. Ketahanan terhadap Risiko dan Ketidakpastian

Profit yang dihasilkan dapat digunakan sebagai cadangan untuk menghadapi masa sulit atau kondisi pasar yang tidak menentu. Perusahaan yang memiliki cadangan laba yang cukup akan lebih mampu bertahan menghadapi tantangan, seperti penurunan permintaan, fluktuasi harga bahan baku, atau krises ekonomi.

4. Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Perusahaan yang menghasilkan profit secara konsisten cenderung mendapatkan reputasi yang lebih baik di pasar. Ini dapat mempengaruhi persepsi pelanggan, investor, dan mitra bisnis, serta menarik lebih banyak peluang bisnis.

5. Kewajiban Pajak

Profit juga memiliki peran dalam kewajiban perpajakan. Perusahaan yang memperoleh profit harus membayar pajak yang sesuai dengan peraturan perpajakan di wilayahnya. Meskipun demikian, pajak yang dibayar juga berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.


Kesimpulan

Kini, Anda sudah paham bahwa Profit ini memiliki peran penting dalam bisnis, seperti sebagai sumber pembiayaan untuk pertumbuhan, ukuran efisiensi operasional, dan alat untuk menghadapi risiko ekonomi.

Untuk pengurusan legalitas, percayakan pengurusannya di virtualofficescbd.id Kami siap membantu prosesnya sampai dengan tuntas.

Semoga informasi diatas membantu dan bermanfaat bagi bisnis Anda.


Virtual Office SCBD: Mulai 3 juta-an

bundling scbd

Virtual Office SCBD adalah solusi cerdas untuk Anda yang membutuhkan alamat legalitas di daerah SCBD yang sangat prestisius.

Dengan 3 juta-an Rupiah, kamu sudah memiliki kantor berupa layanan virtual office selama 1 (satu) tahun di Gedung Bursa Efek Indonesia di SCBD. Hubungi kami sekarang juga dengan klik tombol ini!

Tidak sempat berkunjung?
Lihat Office Tour!