;
image Standar Nasional Indonesia (SNI) : Pengertian dan Tujuannya

Standar Nasional Indonesia (SNI) : Pengertian dan Tujuannya

Pengantar

Standar Nasional Indonesia memiliki peran penting di Indonesia untuk menjamin kualitas dan keamanan produk. Standar ini ditetapkan oleh pemerintah kemudian disusun dan dirumuskan oleh panitia teknis dan ditetapkan oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional).

Bagi para pelaku usaha, memiliki sertifikat SNI adalah suatu kewajiban untuk memenuhi peraturan yang ada dan menjaga reputasi serta kepercayaan konsumen. 

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan pengertian Standar Nasional Indonesia dan tujuannya secara lengkap. Simak sampai habis ya!


Pengertian SNI

Pengertian Standar Nasional Indonesia adalah aturan teknis yang mengatur spesifikasi produk, metode pengujian, prosedur, dan panduan lainnya yang harus dipatuhi oleh produsen dan penyedia layanan. Standar SNI ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk dan layanan yang beredar dipasaran sudah memenuhi persyaratan tertentu, seperti keamanan, keandalan, dan kualitas yang baik.

Standar Nasional Indonesia (SNI) dikembangkan melalui proses yang melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk perwakilan industri, instansi pemerintah, akademisi, dan kelompok konsumen. Setelah disetujui oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), SNI menjadi wajib untuk produk tertentu, sementara yang lain dapat mematuhi secara sukarela.

Berikut adalah beberapa pendapat para ahli mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI)

1. Badan Standardisasi Nasional (BSN) 

Mendefinisikan SNI sebagai standar yang ditetapkan oleh badan yang berwenang di Indonesia yakni BSN, yang berlaku secara nasional dan mencakup spesifikasi teknis dan pedoman prosedural yang harus diikuti untuk menghasilkan produk atau jasa yang memenuhi kualitas yang persyararan yang ditentukan.

2. M. Soehadi (2003)

Mendefinisikan SNI sebagai serangkaian ketentuan teknis yang disusun dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti aspek teknis, keselamatan, lingkuan, serta kepentingan sosial dan ekonomi yang harus dipatuhi oleh produsen dan konsumen dalam suatu negara untuk menjamin kualitas produk dan jasa yang ada.

3. Soeprapto (2005)

Mendefinisikan SNI sebagai standar yang mengatur persyaratan teknis suatu produk atau proses yang ditujukan untuk menjamin kualitas produk atau jasa serta memberikan kepastian bagi produsen dan konsumen mengenai kesesuaian dan keselamatan produk yang diproduksi.

Dasar Hukum SNI

Berikut adalah dasar hukum yang mendasari penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) antara lain :

1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

UU ini mendasari pentingnya penerapan SNI karena salah satu tujuan utamanya adalah melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi standar yang aman dan berkualitas.

2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian

UU ini mendasari tentang standardisasi di Indonesia, termasuk tentang SNI. Dalam UU ini dijelaskan mengenai lembaga yang bertugas menyusun standar, yaitu Badan Standardisasi Nasional (BSN), serta berbagai hal terkait penerapan dan penegakan standar di Indonesia.

3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinas-IPTEK)

UU ini mendasari pentingnya standar dalam menciptakan sistem yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknolgi, termasuk didalamnya penerapan SNI sebagai salah satu bentuk pengaturan yang berkaitan dengan teknologi dan inovasi.


Tujuan Standar SNI

Berikut beberapa tujuan utama penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang perlu Anda ketahui :

1. Meningkatkan Kualitas Produk dan Jasa

Bertujuan untuk memastikan bahwa produk dan jasa yang diproduksi di Indonesia telah memenuhi standar kualitas tertentu yang dapat diterima oleh konsumen. Hal ini untuk membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia baik di pasar domestik maupun internasional.

2. Melindungi Kepentingan Konsumen

Bertujuan untuk melindungi konsumen dari produk atau jasa yang tidak aman atau tidak memenuhi kualitas yang diharapkan. Dengan standar yang jelas, maka konsumen akan merasa lebih aman karena produk yang mereka beli sudah terjamin kualitasnya.

3. Meningkatkan Daya Saing Nasional

Bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Produk yang memenuhi standar internasional lebih mudah diterima di pasar internasional, yang pada akhirnya dapat memperbesar peluang ekspor.

4. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Bertujuan untuk mengarahkan proses produksi yang lebih efisiensi dan terstandarisasi. Hal ini diperlukan untuk membantuk menurunkan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.

5. Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Bertujuan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung penggunaan teknologi ramah lingkungan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Jenis-Jenis SNI

Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat dibedakan berdasarkan beberapa kategori utama, berikut penjelasan rincinya :

1. SNI Produk

Standar yang mengatur spesifikasi dan kualitas produk tertentu yang diproduksi atau dipasarkan di Indonesia. Ini bertujuan untuk memastikan produk memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan yang ditetapkan.

Contoh

  • SNI untuk produk makanan dan minuman (SNI untuk minyak goreng, beras dan susu)
  • SNI untuk bahan bangunan (SNI untuk semen, batako, dan keramik)
  • SNI untuk alat elektronik (SNI untuk handphone, televisi, dan peralatan listrik)

2. SNI Layanan

Standar yang mengatur tentang kualitas dan prosedur penyediaan layanan untuk memastikan kepuasan dan keamanan konsumen.

Contoh 

  • SNI untuk layanan transportasi (SNI untuk layanan taksi atau transportasi umum)
  • SNI untuk layanan kesehatan (SNI untuk standar rumah sakit atau klinik)
  • SNI untuk layanan pendidikan (SNI untuk standar kualitas lembaga pendidikan)

3. SNI Sistem Manajemen

Standar yang mengatur sistem manajemen yang diterapkan oleh suatu organisasi atau perusahaan, seperti manajemen mutu, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan.

Contoh 

  • SNI ISO 9001 : Sistem Manajemen Mutu
  • SNI ISO 14001 : Sistem Manajemen Lingkungan
  • SNI OHSAS 18001 : Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

4. SNI Prosedur Pengujian dan Metode

Standar yang mengatur tentang cara atau prosedur pengujian produk atau sistem untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan standar yang berlaku.

Contoh 

  • SNI prosedur uji mutu produk pangan (misalnya untuk uji kadar gula atau kadar garam)
  • SNI untuk uji keamanan kendaraan bermotor
  • SNI untuk uji kelayakan produk tekstil

5. SNI Konstruksi dan Infrastruktur

Standar yang mengatur pembangunan infrastrukstur dan konstruksi, memastikan bahwa setiap elemen bangunan atau infrastruktur dibangun sesuai dengan persyaratan teknis dan keselamatan.

Contoh 

  • SNI untuk desain bangunan tahan gempa
  • SNI untuk kualitas bahan bangunan (misalnya kualitas beton atau baja)
  • SNI untuk jalan raya dan infrastruktur lainnya

6. SNI Keamanan dan Kesehatan

Standar yang mengatur keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan bagi konsumen atau pekerja yang terlibat dalam penggunaan produk atau layanan.

Contoh 

  • SNI untuk alat pelindung diri (misalnya untuk helm, sepatu pelindung, masker)
  • SNI untuk peralatan keselamatan kerja di sektor industri
  • SNI untuk standar keselamatan penggunaan produk elektronik

7. SNI Lingkungan Hidup

Standar yang mengatur perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. Ini mencakup berbagai aturan terkait pengelolaan limbah, emisi gas, dan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Contoh 

  • SNI untuk pengelolaan limbah
  • SNI untuk kualitas udara
  • SNI untuk pengelolaan air bersih


Kesimpulan

Standar Nasional Indonesia (SNI) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas, keamanan, dan perlindungan konsimen terhadap produk dan jasa yang beredar di Indonesia. Standar Nasional Indonesia (SNI) ini juga memberi manfaat besar bagi industri dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa sehingga dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Untuk pengurusan legalitas, percayakan pengurusannya di virtualofficescbd.id Kami siap membantu prosesnya sampai dengan tuntas.

Semoga informasi diatas membantu dan bermanfaat bagi bisnis Anda.


Virtual Office SCBD: Mulai 3 juta-an

bundling scbd

Virtual Office SCBD adalah solusi cerdas untuk Anda yang membutuhkan alamat legalitas di daerah SCBD yang sangat prestisius.

Dengan 3 juta-an Rupiah, kamu sudah memiliki kantor berupa layanan virtual office selama 1 (satu) tahun di Gedung Bursa Efek Indonesia di SCBD. Hubungi kami sekarang juga dengan klik tombol ini!

Tidak sempat berkunjung?
Lihat Office Tour!